Minggu, Februari 25, 2024

Tergugat Tak Hadir, Mediasi Perkara Hutang Rp5,9 Miliar di PN Sigli Gagal

Orinews.id|Sigli – Seorang kontraktor besar asal Kabupaten Pidie berinisial I digugat oleh seorang pengusaha berinisial M melalui Kantor Hukum Zaini Djalil, S.H & Rekan ke Pengadilan Negeri (PN) Sigli. Gugatan tersebut terkait perkara perdata wanprestasi yang bermula dari adanya pinjaman uang sebesar 5,9 miliar rupiah yang belum dilunasi oleh tergugat.

Perkara ini telah terdaftar di Pengadilan Negeri Sigli dengan nomor perkara 1/Pdt.G/2024/PN.Sgi sejak tanggal 9 Januari 2024. Pada Kamis (1/2/2024), perkara ini berlanjut ke tahap mediasi di Pengadilan setempat.

Namun, mediasi tersebut tidak menghasilkan kesepakatan karena pihak tergugat yang diwakili penasehat hukumnya, Mustari Mukhtar, tidak hadir secara langsung dan tidak mentaati isi klausul perjanjian yang telah dibuat sebelumnya. Sementara itu, pihak penggugat hadir didampingi penasehat hukumnya, yaitu, T. Fauzi Alfansuri, S.HI, Faizin, S.H, dan Wahyu Pratama, S.H.

Penasehat Hukum Penggugat, T. Fauzi Alfansuri mengatakan, pihaknya merasa sangat kecewa dan hal ini juga merugikan kliennya selaku penggugat. Ia menilai tergugat tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan ini secara bijaksana.

“Kami mempertanyakan secara tegas atas keseriusan dan komitmen si kontraktor tersebut, serta meminta agar dapat melaksanakan kewajibannya sebagaimana isi perjanjian yang telah dibuat secara sadar antara klien kami dan kontraktor tersebut,” tegasn Fauzi dalam keterangannya kepada orinews.id, Jum’at (2/2/2024).

Kemudian, Penasehat Hukum Penggugat, Faizin, SH juga menegaskan, bahwa pihaknya juga akan menempuh jalur pidana apabila kontraktor tersebut tidak mau melaksanakan kewajibannya.

“Karena dalam telaah kami menduga adanya unsur tindak pidana penggelapan dalam kasus ini, yang mana akan kami pertimbangkan untuk melaporkan saudara I ke pihak kepolisian,” ujar Faizin.

Saat dihubungi media orinews.id, Jum’at, Penasehat Hukum Tergugat, Mustari Mukhtar, mengakui bahwa mediasi tidak berhasil mencapai kesepakatan. Ia mengatakan, kliennya tidak bisa hadir dalam mediasi karena ada urusan mendadak di Banda Aceh, sehingga memberikan kuasa istimewa kepada dirinya.

“Mediasi kemarin gagal, tidak ada titik temu, klien kami jug tidak bisa hadir, karena mendadak harus ke Banda Aceh, sehingga diberikan kuasa istimewa kepada kami. Dan kemungkinan bakal dilanjutkan ke sidang perkara,” pungkas Mustari.

Karena mediasi tersebut tidak berhasil mencapai kesepakatan, maka perkara ini akan dilanjutkan ke persidangan dengan agenda jawaban dari tergugat secara e-court pada Kamis, 8 Februari 2024.

|Editor: Awan

BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER