Minggu, Februari 25, 2024

Inflasi Aceh Terendah Secara Nasional, Bank Indonesia: Ini Kinerja Terbaik

Orinews.id|Banda Aceh – Provinsi Aceh mencatat inflasi terendah secara nasional hingga bulan Oktober 2023, yaitu sebesar 1,95 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 5,67 persen (yoy). Angka ini merupakan Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan kota-kota di Provinsi Aceh.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Rony Widijarto P dalam acara Bincang Bincang Media (BBM) di Banda Aceh, Selasa (28/11/2023).

Menurutnya, inflasi Aceh diprediksi akan tetap rendah hingga akhir tahun, meskipun ada potensi kenaikan pada bulan November dan Desember menjelang pergantian tahun.

“Namun kami melihat dari secara keseluruhan, dari pengalaman kami, kinerja ini menjadi yang terbaik dibanding 2-3 tahun terakhir. Kalau sebelumnya inflasi masih di atas nasional, ini ada di bawah nasional, dan semoga masih menjadi yang terbaik,” harap Rony.

Salah satu faktor yang berkontribusi dalam pencapaian inflasi rendah di Aceh adalah pengendalian inflasi pangan, yang merupakan salah satu program prioritas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh. Rony menjelaskan, inflasi pangan di Aceh saat ini sudah terjaga di angka 2,83 persen, setelah sempat mencapai angka tinggi di Februari 2023.

Untuk menjaga stabilitas harga pangan, kata dia, TPID Aceh melakukan berbagai upaya, antara lain gerakan nasional pengendalian inflasi pangan, peningkatan produksi dengan memanfaatkan aspek-aspek digitalisasi seperti digital farming, dan urban farming.

“Artinya itu bisa melibatkan tidak hanya pelaku usaha, instansi terkait dalam tim pengendalian inflasi daerah, tapi juga masyarakat secara luas. Dan itu memang harus terus kita upayakan,” tutur Rony.

Ia juga mengatakan, TPID Aceh tetap waspada terhadap dampak musim hujan yang berpotensi mengganggu distribusi dan produksi pangan. Ia mengatakan, saat ini sektor pertanian di Aceh masih tumbuh baik, yaitu sebesar 6 persen, baik di tingkat nasional maupun Sumatera.

Namun, Rony mengimbau agar pihak-pihak terkait juga mengantisipasi dan mencegah terjadinya kelangkaan atau kenaikan harga pangan akibat faktor cuaca.

“Ini sudah menjadi concern kami terkait faktor cuaca, karena Aceh sekarang sudah mulai masuk musim hujan. Makanya ini menjadi fokus utama kami, memperhatikan baik untuk kelancaran distribusi maupun juga sentra-sentra produksi yang akan panen,” pungkasnya.

|Reporter: Wanda
|Editor: Awan

BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER