TERBARU

Religi

Keunikan Tradisi Ramadhan di Dunia: Iftar Sofrasi Turki hingga Festival Muslim Hui China

image_pdfimage_print

ORINEWS.id – Ramadhan, bulan suci umat Muslim, dirayakan dengan beragam tradisi khas di berbagai belahan dunia. Setiap negara memiliki cara unik dalam menyambut bulan penuh berkah ini, mulai dari festival budaya hingga hidangan berbuka puasa yang khas.

1. Tradisi Muslim Hui dan Xinjiang (Tiongkok)

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
Suasana Ramadhan di Internasional Grand Bazaar Urumqi Xinjiang, Ibu Kota Daerah Otonomi Xinjiang, China. FOTO/Antara. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Di Tiongkok, khususnya di komunitas Muslim Hui dan Uighur di Xinjiang, Ramadhan dirayakan dengan festival yang menyatukan umat Muslim setempat. Mengutip IELC Muslim Hui mengadakan festival menyatukan komunitas, menyajikan polo, samsa, dan laghman serta memperkenalkan tradisi Islam.

2. Fanous Ramadhan (Mesir)

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
Lentera-lentera Fanous yang dijajakan di Mesir. FOTO/AP. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Mengutip IELC, di Mesir Ramadhan identik dengan Fanous, lentera warna-warni yang melambangkan persatuan dan kebahagiaan. Hingga kini, Fanous tetap menjadi simbol Ramadhan, menghiasi rumah, jalan, dan masjid di Mesir, menciptakan suasana khas penuh kehangatan.

3. Harira (Maroko)

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
Sup Harira, Makanan Wajib Masyarakat Maroko untuk Berbuka Puasa. FOTO/Ahlanwasahlan. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Di Maroko, Ramadhan identik dengan Harira, sup kental berbahan dasar tomat, kacang lentil, dan daging. Pasar malam Ramadhan di Maroko menjadi tempat berkumpul keluarga dan teman, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan sepanjang Ramadhan.

4. Chorba (Aljazair)

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
Sup chorba. Hidangan khas Ramadhan di Aljazair. FOTO/Le Sucre Sale. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

mengutip IELC, Chorba Aljazair memiliki keunikan tersendiri dengan tambahan Chorba Friq, dan rasa kacang. Selain itu, masyarakat Aljazair memiliki tradisi membangunkan sahur dengan alat musik tradisional seperti bedug dan seruling.

5. Iftar Sofrasi (Turki)

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
Hidangan iftar sofrası di Turki. FOTO/instagram.com/antakyabakkali. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Di Turki, Ramadhan dimeriahkan dengan “Iftar Sofrası,” jamuan berbuka puasa besar-besaran yang diadakan di ruang terbuka kota. Tradisi ini mempererat dengan berbagi makanan secara massal yang diiringi pertunjukan musik sufi sepanjang malam.

Keanekaragaman tradisi Ramadhan di berbagai negara mencerminkan kekayaan budaya Islam dan mempererat persaudaraan umat Muslim di seluruh dunia. Melalui berbagai tradisi unik ini, Ramadhan menjadi momen penuh makna yang selalu dinanti setiap tahunnya. Ramadhan bukan sekadar bulan penuh ibadah, tetapi juga momentum untuk merayakan keberagaman dalam kebersamaan.[]

BACA JUGA
Betrand Peto Diberi ASI Sarwendah, Buya Yahya Tegaskan Hukumnya dalam Islam

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.