Hilal Terpantau di Aceh, Awal Ramadhan Berpotensi Serentak

ORINEWS.id – Hilal awal Ramadhan 1446 H berhasil terpantau di Aceh, membuka peluang bagi umat Islam di Indonesia untuk memulai ibadah puasa secara serentak. Pemantauan yang dilakukan oleh Tim Falakiyah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh memastikan bahwa hilal terlihat meskipun kondisi cuaca sempat mendung.
Alfirdaus Putra dari Tim Falakiyah Kemenag Aceh menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan tujuh alat pemantauan, namun baru empat yang berhasil dipasang. Meski langit tertutup awan, tim tetap optimistis hilal dapat terlihat melalui celah-celah di antara mendung.
“Saat ini kami sedang melakukan tracking. Walaupun mendung, jika ada sedikit celah, hilal tetap akan terlihat,” ujarnya dari lokasi pemantauan di Lhoknga seperti dilansir kompas.com, Jumat (28/2/2025).
Berdasarkan data dari markaz Lhoknga, hilal telah mencapai ketinggian 4,67 derajat di atas ufuk dengan elongasi 6,4 derajat secara geosentris. Di seluruh wilayah Indonesia, ketinggian hilal telah melebihi 3 derajat. Namun, syarat elongasi geosentris minimal 6,4 derajat hanya terpenuhi di Aceh, terutama di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang.
“Merujuk pada data ini, sebagian wilayah Aceh telah memenuhi kriteria Imkanurukyat MABIMS dengan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat,” jelas Alfirdaus.
Jika hasil rukyatul hilal membenarkan keberadaan hilal, maka kemungkinan besar awal Ramadhan akan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Namun, bagi pihak yang menggunakan metode rukyatul hilal murni, kepastian masih menunggu hasil pengamatan langsung.
Peluang Awal Puasa Bersamaan
Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelumnya mengungkapkan harapan agar umat Islam di Indonesia dapat memulai puasa secara serempak tahun ini. Ia menyatakan bahwa posisi hilal di Indonesia memungkinkan adanya kesamaan antara metode hisab dan rukyat.
“Mohon doanya agar kita bisa berpuasa di awal yang sama. Kemungkinan besar kita akan memulai puasa serentak karena posisi hilal berada di rentang 2,5 derajat hingga 4 derajat,” ujar Nasaruddin saat memberikan keterangan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (28/2/2025).
Meski demikian, keputusan resmi awal Ramadhan masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar Kemenag RI di Jakarta. Sidang ini akan mempertimbangkan laporan pemantauan hilal dari berbagai titik di Indonesia, termasuk hasil pengamatan dari Aceh.[]