TERBARU

AcehNews

Pemko Banda Aceh Diminta Naikkan Honor Kader Posyandu

image_pdfimage_print

ORINEWS.id – Para kader posyandu se-kecamatan Kuta Alam, meminta Pemko Banda Aceh menaikkan honor atau upah jerih mereka yang telah mengoptimalkan kinerjanya dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Hal tersebut disampaikan salah seorang warga Gampong Lamdingin, Ruliana Naeka dalam Reses I Masa Persidangan II Anggota DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar yang dihadiri oleh 100-an ibu-ibu para kader posyandu perwakilan dari 11 Gampong yang tersebar di Kecamatan Kuta Alam. Reses berlangsung di Gedung Bapelkes Aceh, Selasa (25/2/2025).

Di kesempatan itu, Ruliana mengatakan, selama ini kader Posyandu sudah berusaha maksimal dalam memberikan pelayanan masyarakat dan menjalankan sejumlah program dari Dinas Kesehatan. Salah satunya terkait Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai pemenuhan gizi bagi balita. Disamping itu, pihaknya juga sudah membentuk kader posyandu remaja.

“Saya berbicara mewakili para kader yang mengeluh kepada kami. Kami sudah menjalankan PMT ini di posyandu, masyarakat yang datang membludak, bahkan di tengah keterbatasan anggaran yang diberikan Pemko, kami berhasil mendongkrak minat masyarakat datang ke Posyandu,” ujar Ruliana yang juga Ketua TP PKK Gampong Lamdingin.

Ruliana menjelaskan, selama ini anggaran untuk gampongnya yang tercatat dalam pagu anggaran sebesar Rp,1,8 miliar, tapi yang masuk cuma Rp,1,2 miliar. Belum lagi honor kader posyandu yang dibayar Rp,250 ribu per bulan. Ia juga meminta sejumlah pemangku kebijakan agar teliti dalam hal penganggaran.

“Mohon diperhatikan kesejahteraan teman-teman dari para kader posyandu kami, dengan kinerja yang sudah semaksimal ini, apalagi pihak dinas terus mendorong kami untuk meningkatkan kinerja yang lebih maksimal lagi. Peran kader dalam membantu pemerintah menekan angka stunting sangat penting,” kata Ruliana yang disambut tepuk tangan para kader posyandu.

BACA JUGA
Kader Demokrat Aceh Siap Menangkan Anies-AHY di Pilpres 2024

Ruliana juga berharap agar pihak dinas mengurangi kegiatan yang kurang prioritas dan melibatkan para kader posyandu dalam kegiatan peningkatan kapasitas. Sebab para kader posyandu merupakan perpanjangan tangan dinas yang langsung bertemu dan berinteraksi dengan masyarakat di gampong.

“Pelatihan atau program yang bersentuhan dengan masyarakat, mohon libatkan mereka, agar mereka aktif dan tidak bersifat persuasif, monolog apalagi menyangkut pemberdayaan untuk masyarakat di bidang kesehatan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua PKK Gampong Kuta Alam, Asmainah yang juga berharap agar kebijakan honor untuk para kader posyandu dapat ditingkatkan kembali. Ini sebagai bentuk apresiasi atas peran penting para kader. Dengan adanya peningkatan honor ini diharapkan para kader posyandu akan semakin termotivasi dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

“Memang selama ini yang dikedepankan oleh para kader ketika menjalankan tugas bahwa ini adalah pengabdian yang disertai keikhlasan. Meski honor kecil tapi tetap tak pernah putus asa. Namun apresiasi itu juga penting, karena dengan peningkatan honor bisa meningkatkan kesejahteraan dan semangat kinerja para kader di gampong-gampong. Ini akan berdampak positif terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menjaga kesehatan ibu dan bayinya,” sebut Asmainah.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Syukriah mengatakan, pihaknya juga memastikan agar pengalokasian anggaran PMT dengan jumlah sasaran yang tepat. Ia juga mengaku saat ini, Posyandu dan minat PMT di Banda Aceh juga meningkat. Hal ini menurutnya butuh evaluasi, monitoring dan pengawasan oleh kader posyandu di lapangan yang kemudian di sampaikan ke pemangku kebijakan.

“Kinerja kader posyandu sudah terbukti maksimal, sekarang yang perlu dilakukan memastikan anggaran tersebut agar memadai supaya pelayanan masyarakat terpenuhi dengan baik. Sampaikan juga catatan kebutuhan itu kepada keuchik yang ada di gampong agar bisa ditingkatkan alokasi dari dana gampong, dan kami akan meneruskannya secara berjenjang,” ujar Syukriah yang menjadi narasumber dalam kegiatan reses tersebut.

BACA JUGA
Video Momen Terakhir Yahya Sinwar Dibagikan IDF, Tunjukkan Pemimpin Hamas Berjuang di Medan Perang

Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar sangat mengapresiasi para kader posyandu yang selama ini sudah bekerja keras membantu program Pemerintah Kota Banda Aceh. Ia mengatakan bahwa reses merupakan forum bagi masyarakat termasuk stakeholder di bidang kesehatan untuk menyampaikan aspirasi dan masukan kepada legislatif dan eksekutif.

“Tentu dengan adanya masukan ini, kami sebagai pimpinan Komisi IV DPRK akan meneruskannya kepada pemerintah. Apalagi disini juga hadir dari Dinas Kesehatan kota. Meskipun saat ini sama-sama kita pahami bahwa Pemko sedang berupaya keras untuk menyehatkan kembali kondisi keuangan kota,” ungkap Farid.

Ketua DPD PKS Kota Banda Aceh tersebut mengakui bahwa kader posyandu sebagai penggerak dan pelayan kesehatan masyarakat sangat berperan dalam mendukung peningkatan gizi anak dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Adalah fakta bahwa selama ini para kader posyandu berperan penting dalam mendukung program kesehatan pemerintah, terutama dalam memberikan pelayanan dasar seperti proses imunisasi dan pemberian vitamin. Termasuk dalam pemantauan tumbuh kembang anak, serta proses edukasi gizi untuk ibu hamil dan juga bayinya” pungkas Farid Nyak Umar.

Turut hadir dalam kegiatan Reses Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh tersebut perwakilan dari Puskesmas Kuta Alam dan Puskesmas Lampulo, perwakilan Puskesmas Pembantu (Pustu), dan para Kader Posyandu. Hadir juga kader Rumah Gizi Gampong (RGG) dan kader posyandu remaja se Kecamatan Kuta Alam.[]

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.