Dinkes Banda Aceh Didesak Tingkatkan Kapasitas Dokter Puskesmas

ORINEWS.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah menerima audiensi sejumlah dokter Puskesmas se-Kota Banda Aceh. Kedatangan mereka disambut baik Ketua DPRK di gedung legislatif setempat, Rabu (26/2/2025).
Irwansyah menyampaikan, sejumlah permasalahan yang disampaikan oleh para dokter ini terkait belum begitu banyak tenaga medis profesional khusus seperti driver (pengemudi) ambulans bagi pasien gawat darurat atau membutuhkan penanganan cepat dari tim medis. Begitu juga ketersediaan alat dalam ambulans yang mestinya ada. Seperti alat pengecek detak jantung dan alat-alat lain yang dibutuhkan pasien secara darurat.
Selain ketidaktersediaan SDM profesional di lingkup fasilitas kesehatan, kata Irwansyah, para dokter ini juga menyampaikan terkait kebutuhan kompetensi atau sertifikasi sebagai bagian dari upgrade capacity (upgrade kemampuan) di bidang keahliannya masing-masing, dan itu sangat dibutuhkan demi peningkatan keilmuan yang dimiliki oleh dokter ini. Seperti peningkatan keahlian bagi tenaga medis (tendis) terkait Public Safety Center (PSC) yang diharuskan memiliki sertifikasi Advanced Trauma Life Support (ATLS) dan Advanced Cardiac Live Support (ACLS).
“Sampai hari ini tenaga medis yang punya ATLS dan ACLS itu hanya satu Puskesmas di Banda Aceh. Sementara di 10 Puskesmas lainnya belum ada tenaga medis yang memiliki sertifikasi ini,” ujarnya.
Menurut Irwansyah, hal itu menjadi tanggung jawab Pemerintah dalam memenuhi ketersediaan SDM yang tersertifikasi secara profesional.
“Kita mendorong dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk menfasilitasi sertifikasi seperti ini. Di beberapa daerah lain, ini ditanggung biayanya oleh pemerintah. Jikapun tidak bisa difasilitasi, bisa memberikan izin belajar kepada dokter atau tendis ini dengan sistematis dan sesuai ketentuan tapi jangan dianggap cuti yang berdampak pada pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) mereka,” katanya.
Politisi PKS ini mengatakan, tendis ini merupakan ujung tombak atau garda terdepan dalam memberikan pelayanan masyarakat. Oleh karena itu kesejahteraan mereka perlu diperhatikan dengan baik.
“Mereka ini petugas kesehatan yang bekerja demi hajat hidup orang banyak. Jadi kesejahteraan mereka harus diperhatikan dengan baik. Karena dengan kondisi kesejahteraan yang belum terpenuhi sampai hari ini, mereka tetap mengabdi dan memberikan pelayanan masyarakat dengan optimal,” kata Irwansyah.
Irwansyah juga meminta Pemko Banda Aceh melalui Dinas Kesehatan agar Puskesmas dapat berkolaborasi dan berkoordinasi dengan Rumah Sakit Swasta di Banda Aceh terutama dalam memberi pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya saling memenuhi ketersediaan tenaga profesional PSC bagi pasien gawat darurat yang membutuhkan rujukan ke IGD di rumah sakit.
“Dinas perlu memastikan agar pos-pos PSC aktif dan perlu menjalin kerja sama dengan rumah sakit swasta yang di Banda Aceh. Di sana ada dokter-dokter PSC yang dibutuhkan oleh Puskesmas ini. Sehingga layanan PSC ini dapat ditangani tenaga medis yang profesional, tanpa menambah tugas dokter lainnya yang sudah memiliki wewenang tersendiri,” pungkasnya.[]