ORINEWS.id – Pemerintah Aceh melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) bersama Bank Indonesia kembali menyelenggarakan forum tahunan Aceh Gayo Sustainable Investment Dialogue (AGASID) 2024. Memasuki tahun keempat, forum ini menjadi ajang strategis untuk membuka peluang investasi di Aceh serta memperkenalkan potensi daerah kepada investor nasional dan internasional.
Kepala DPMPTSP Aceh, Muhammad Iswanto, melalui Plh Kepala DPMPTSP, Feriyana, menyatakan, AGASID 2024 merupakan kesempatan penting untuk menjalin dialog konstruktif dengan para pemangku kepentingan di sektor investasi.
“Melalui acara ini, kami membuka ruang dialog bagi investor untuk melihat lebih dekat potensi Aceh yang kaya dan beragam. Kami bangga atas dukungan Bank Indonesia Aceh yang menjadi mitra penting dalam penyelenggaraan AGASID,” ujar Feriyana dalam sambutannya.
Feriyana hadir dalam acara tersebut dengan mengenakan batik khas Aceh Jaya bermotif Nilam, produk unggulan Aceh. “Batik Nilam mencerminkan kekayaan budaya dan sumber daya alam kami. Ini adalah contoh inovasi lokal yang kami banggakan,” tambahnya.
Dengan mengangkat tema “Dari Visi ke Realitas: Meningkatkan Daya Tarik Investasi Aceh melalui Digitalisasi, Energi Hijau, dan Pariwisata Berkelanjutan,” AGASID 2024 menunjukkan komitmen Aceh untuk mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Digitalisasi, energi hijau, dan pariwisata berkelanjutan diharapkan mampu menjadi sektor unggulan untuk meningkatkan daya tarik investasi.
Digitalisasi dinilai menjadi kunci bagi Aceh untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing di berbagai sektor, sementara energi hijau menjadi wujud komitmen terhadap ekonomi rendah karbon dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan seperti hidro dan biomassa. Di sisi lain, pariwisata berkelanjutan diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan budaya dan keindahan alam Aceh tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan.
Feriyana juga menyampaikan, forum ini berhasil menarik lebih dari 200 peserta dari berbagai sektor, termasuk pejabat pemerintah, sektor swasta, dan mitra internasional.
“Kami merasa terhormat atas kehadiran lima pejabat VIP dari kalangan bupati, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap investasi berkelanjutan di Aceh,” katanya.
Selama forum berlangsung, peserta akan mengikuti berbagai acara, termasuk panel diskusi, presentasi proyek unggulan siap tawar (Investment Projects Ready to Offer/IPRO), seperti proyek di bidang energi hijau, digitalisasi, infrastruktur pariwisata, dan perikanan.
“Kami berharap proyek-proyek ini dapat menarik perhatian investor dan menciptakan sinergi yang bermanfaat bagi masyarakat Aceh,” tutup Feriyana.
Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, Pemerintah Aceh tetap berkomitmen untuk memperkuat daya saing daerah dengan terus meningkatkan kemudahan berbisnis, memberikan dukungan kebijakan yang jelas, dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Kami mengajak seluruh peserta dan mitra untuk bersama-sama mendukung visi ini dan menyampaikan pesan positif kepada dunia bahwa Aceh siap menerima investasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Semoga AGASID 2024 menjadi langkah awal yang produktif dalam membangun masa depan Aceh yang lebih sejahtera dan berkelanjutan,” pungkas Feriyana.
Sementara itu, Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA, dalam sambutannya mengatakan, investasi di sektor-sektor strategis diharapkan dapat memperkuat perekonomian Aceh, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui AGASID 2024, Safrizal berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat internasional dapat membantu mewujudkan Aceh sebagai pusat investasi yang berkelanjutan dan inovatif. Menurut laporan World Investment Report 2024, lingkungan investasi internasional tetap penuh tantangan pada tahun ini.
“Namun, kami di Pemerintah Aceh berkomitmen untuk meningkatkan daya saing dengan meningkatkan efisiensi bisnis, pemerintahan, serta kinerja ekonomi, dan kami terus menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan, ramah, dan kompetitif,” tambahnya.
“Tak hanya itu, kami juga menyediakan berbagai kemudahan dan fasilitas serta dukungan kebijakan investasi bagi para investor,” tutupnya.[]