ORINEWS.id – Ketegangan antara Israel dan Iran kian memanas setelah serangan udara Israel telah menghantam beberapa pangkalan militer Iran. Pada serangan yang dilancarkan akhir pekan lalu, Israel mengklaim telah menggempur setidaknya 20 pangkalan militer Iran yang tersebar di tiga provinsi. Serangan ini memicu pernyataan tegas dari pemerintah Iran, yang menegaskan haknya untuk melakukan aksi pembelaan diri.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui juru bicara pemerintah, Iran menyatakan bahwa serangan balik menjadi opsi yang akan dipertimbangkan secara serius sebagai bentuk perlindungan terhadap kedaulatan nasional. Di pihak lain, Israel juga menyatakan bahwa pihaknya “wajib merespons” jika Iran melakukan serangan balasan, menandakan bahwa konflik kedua negara ini bisa berlanjut.
Bahkan, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu (2/11/2024) mengeluarkan ancaman keras kepada Amerika Serikat dan Israel. Khamenei menegaskan bahwa kedua negara tersebut akan menghadapi “balasan yang menghancurkan” jika melakukan tindakan yang merugikan Iran dan sekutunya.
“Para musuh, baik itu entitas Zionis (Israel) maupun Amerika Serikat, harus tahu bahwa mereka akan menghadapi balasan yang menghancurkan atas tindakan mereka terhadap Iran, rakyatnya, dan kelompok-kelompok perlawanan yang mendukungnya,” kata Khamenei dalam pidatonya di Teheran seperti dilansir Anadolu.
Ia juga menambahkan, Iran akan memanfaatkan seluruh kekuatannya, baik militer, senjata, maupun tindakan politik, untuk menghadapi setiap ancaman.
“Kami akan melakukan segalanya—militer, senjata, dan tindakan politik—untuk melawan keangkuhan,” tegasnya.
Ketegangan yang terus memuncak ini menimbulkan pertanyaan mengenai perbandingan kekuatan militer kedua negara. Meskipun sama-sama memiliki militer yang kuat, Iran dan Israel menunjukkan perbedaan mencolok dalam beberapa aspek kekuatan militer, mulai dari jumlah personel hingga persenjataan canggih yang mereka miliki.
Perbedaan Jumlah Personel Militer
Iran memiliki keunggulan signifikan dalam hal jumlah personel militer. Dikutip dari laporan Aljazeera, Iran memiliki total 610 ribu personel militer aktif, jauh di atas Israel yang hanya memiliki 169.500 personel aktif. Meski begitu, Israel memiliki jumlah pasukan cadangan lebih besar, mencapai 465 ribu personel, sementara Iran memiliki 350 ribu personel cadangan. Keunggulan ini memberi Israel cadangan pasukan yang lebih kuat jika terjadi konflik berkepanjangan.
Anggaran Pertahanan
Dari sisi anggaran, Israel mengungguli Iran hampir tiga kali lipat. Berdasarkan data terbaru tahun 2023, Israel memiliki anggaran pertahanan sebesar USD 27,5 miliar, sementara Iran hanya memiliki anggaran sebesar USD 10,3 miliar. Besarnya anggaran ini memungkinkan Israel untuk terus memperbarui teknologi dan memperkuat pertahanan udaranya.
Kekuatan Udara
Dalam hal kekuatan udara, Israel kembali menunjukkan keunggulan. Negeri ini memiliki total 345 jet tempur, di antaranya adalah F-45 stealth fighters buatan Amerika Serikat (AS), yang dikenal dengan kemampuan silumannya. Israel juga memiliki 43 helikopter, serta Heron, drone buatan Israel yang dapat terbang selama lebih dari 30 jam dan mampu menempuh jarak hingga 250 kilometer. Drone ini memberi keuntungan bagi Israel dalam melakukan serangan jarak jauh.
Sementara itu, angkatan udara Iran terdiri dari 312 jet tempur, yang sebagian besar adalah Sukhoi dan MiG buatan Rusia. Selain itu, Iran juga memiliki 23 jet tempur yang berada di bawah komando Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), serta 62 helikopter. Keunggulan Iran pada sisi ini adalah jumlah pesawat nirawak atau drone yang diperkirakan mencapai ribuan unit, yang siap melengkapi operasi militer udara Iran.
Sistem Pertahanan Udara
Iran dan Israel juga memiliki sistem pertahanan udara yang berbeda. Israel memiliki Iron Dome, David’s Sling, dan sistem Arrow yang telah terbukti keefektifannya dalam menangkal ancaman serangan udara. Di sisi lain, Iran memiliki sistem pertahanan udara Bavar-373, S-300, serta sistem Khordad, yang siap menghadapi serangan udara dari Israel.
Angkatan Darat dan Angkatan Laut
Di sektor angkatan darat, Iran mengungguli Israel dalam jumlah artileri. Berdasarkan data terbaru, Iran memiliki lebih dari 6.798 artileri, sementara Israel hanya memiliki 530 unit. Hal ini memberikan Iran keunggulan signifikan dalam hal kekuatan darat.
Dalam hal kekuatan laut, Iran kembali menunjukkan keunggulan. Dengan 17 kapal selam yang mereka miliki, Iran memiliki lebih dari tiga kali lipat dari jumlah kapal selam Israel, yang hanya memiliki 5 unit. Keunggulan di sektor laut ini memungkinkan Iran untuk melakukan pengawasan dan pengamanan di wilayah perairan yang lebih luas.
Peringkat Kekuatan Militer di Dunia
Mengutip dari Global Firepower, Iran menduduki peringkat ke-14 dari 145 negara dalam kekuatan militer pada 2024, dengan indeks PwrIndx 0,2269. Sedangkan Israel berada di peringkat 17 dengan indeks 0,2596. Indeks ini menggambarkan kekuatan militer sebuah negara berdasarkan berbagai faktor, termasuk jumlah personel, anggaran, logistik, dan keuntungan geografis.
Iran unggul dalam enam dari delapan variabel penilaian Global Firepower, yaitu pada jumlah personel, armada angkatan darat, armada angkatan laut, sumber daya nasional, finansial, dan logistik. Sedangkan Israel hanya unggul pada dua variabel, yaitu di angkatan udara dan keuntungan geografis.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, dari perbandingan di atas, Iran terlihat lebih unggul dalam jumlah personel dan armada militer di darat serta laut. Namun, Israel memiliki keunggulan yang signifikan dalam hal teknologi udara, anggaran pertahanan, serta sistem pertahanan yang lebih maju. Di sisi lain, keunggulan finansial dan logistik yang dimiliki Iran, jika dimanfaatkan secara efektif, dapat menjadi penentu dalam pertahanan berkelanjutan.
Situasi ini menempatkan kedua negara dalam posisi yang sulit untuk diprediksi jika konflik berskala besar terjadi, meski sejauh ini perbedaan kekuatan tersebut masih menunjukkan adanya keunggulan bagi Iran dalam kekuatan militer secara keseluruhan.[]