ORINEWS.id – Hujan deras yang melanda kawasan Eropa tengah dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan banjir bandang yang menelan korban jiwa.
Berdasarkan laporan dari Associated Press, Senin (16/9/2024), bencana ini telah mengakibatkan enam orang tewas di Rumania, satu orang di Austria, dan satu orang di Polandia. Di Republik Ceko, empat orang dilaporkan masih hilang akibat tersapu banjir.
Banjir bandang ini tidak hanya dipicu oleh hujan deras, tetapi juga oleh sistem tekanan rendah yang disebut Boris. Tekanan rendah ini menyebabkan jebolnya tanggul sungai di beberapa wilayah, sehingga memperparah dampak banjir. Akibatnya, ribuan rumah rusak, jembatan hanyut, dan sekitar 250.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik, terutama di Ceko.
Kota-kota dan desa-desa di pegunungan Jeseniky, Ceko, terendam banjir dan terisolasi akibat derasnya air yang mengubah jalan menjadi sungai. Militer setempat telah mengerahkan helikopter untuk membantu proses evakuasi.
Wali Kota Jesenik, Zdenka Blistanova, mengungkapkan kepada televisi publik Ceko bahwa beberapa rumah di wilayahnya dan kota-kota sekitarnya hancur akibat banjir.
“Jesenik di Ceko terendam dan terisolasi oleh derasnya banjir. Sejumlah jembatan dan jalan juga rusak parah,” ujarnya.
Selain itu, 10.000 warga di kota Opava, Ceko, telah diinstruksikan untuk mengungsi ke daerah dataran tinggi sebagai langkah antisipasi.
Di Austria, seluruh negara bagian Austria Hilir di timur laut telah dinyatakan sebagai zona bencana. Hingga saat ini, sekitar 10.000 pasukan bantuan telah mengevakuasi 1.100 rumah di wilayah tersebut.
Situasi di sepanjang Sungai Kamp menjadi sangat berbahaya, dengan Waduk Ottenstein yang masih berfungsi sebagai penyangga tetapi diperkirakan akan mencapai batasnya dalam beberapa jam ke depan, yang dapat menyebabkan banjir lebih lanjut.
“Kami mengalami saat-saat sulit dan dramatis di Austria Hilir. Bagi banyak orang di Austria Hilir, ini mungkin akan menjadi saat-saat tersulit dalam hidup mereka,” kata Johanna Mikl-Leitner, Gubernur Austria Hilir.
Di ibu kota Austria, Wina, Sungai Wien meluap dan membanjiri rumah-rumah di sekitarnya, memaksa evakuasi pertama di area tersebut.
Sementara itu, di Rumania, otoritas setempat melaporkan bahwa hujan tidak terlalu deras pada Minggu (15/9). Para pekerja berupaya memulihkan pasokan listrik ke sekitar 11.000 rumah, dan proses pembersihan sudah dimulai.
Di Polandia, Perdana Menteri Donald Tusk menggambarkan situasi banjir di sana sebagai cukup dramatis. Di Glucholazy, air yang naik meluap dari tanggul sungai, membanjiri jalan-jalan dan rumah-rumah.
Selain kerusakan fisik, banjir ini juga memutus pasokan energi dan komunikasi di beberapa daerah yang terdampak. Beberapa wilayah mungkin akan menggunakan layanan Starlink berbasis satelit untuk mengatasi gangguan ini.[]