Menimbang Kelayakan Calon Wakil Mualem, Simak Perbandingannya!

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

ORINEWS.id – Penunjukan calon wakil gubernur untuk mendampingi Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Aceh 2024 menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat dan politisi.

Salah satu nama yang mencuat adalah Fadhlullah, S.E., atau yang lebih dikenal sebagai Dek Fad. Namun, beberapa pihak mempertanyakan kelayakannya dibandingkan dengan dua kandidat lainnya, seperti Prof. Adjunct Dr. Marniati, M.Kes., dan Tgk H. Muhammad Yusuf A. Wahab, atau Tu Sop Jeunieb.

Disinilah menarik bagi tim redaksi orinews untuk menelusuri jejak kualitas dari ketiga kandidat tersebut. Namun, dalam penelusuran ini menunjukkan bahwa masing-masing calon memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri.

Jejak Karier Dek Fad: Keterbatasan dan Kekuatan

Dek Fad yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Aceh memiliki latar belakang yang cukup panjang dalam dunia politik. Selain pernah menjabat sebagai Wakil Ketua KADIN Kabupaten Pidie (2011—2016) dan Ketua KNPI Kabupaten Pidie (2012—2016), ia juga telah duduk sebagai anggota DPR-RI sejak 2014, memperoleh 63.872 suara pada periode pertamanya, dan 48.930 suara pada pemilihan berikutnya.

Namun, di balik rekam jejak tersebut, banyak yang menilai kualifikasinya masih kurang untuk mendampingi Mualem dalam Pilgub Aceh. Secara akademis, Fadhlullah hanya memiliki gelar Sarjana Ekonomi, meskipun ia telah mengikuti pendidikan Lemhannas pada tahun 2014 dan 2019. Keterbatasan ini menjadi salah satu titik lemah dalam pencalonannya.

Jika dibandingkan dengan kandidat lain, ada kekhawatiran mengenai kemampuan Fadhlullah dalam mendampingi Mualem. Meski memiliki pengalaman politik yang luas, kapasitasnya masih dinilai kurang oleh sebagian kalangan.

Prof. Marniati: Kekuatan Akademis dan Dukungan Luas

Sebagai satu-satunya kandidat perempuan yang diusulkan oleh DPD Gerindra sebagai calon wakil gubernur Aceh, Prof. Adjunct, Dr. Marniati, M.Kes., menawarkan kombinasi yang berbeda. Sebagai Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI), ia memiliki basis dukungan yang kuat dari kalangan akademisi, ASN, dan komunitas perempuan serta jaringan yang luas hingga ke wilayah pantai barat selatan Aceh.

Keunggulan lainnya adalah Prof. Marniati juga mendapatkan dukungan dari berbagai organisasi mahasiswa, organisasi wanita, serta kalangan Gen Z dan selebgram di Aceh.

Dalam hal finansial, Prof. Marniati juga memiliki kekuatan yang cukup signifikan, dengan kepemilikan berbagai bisnis, termasuk kampus, cafe, hotel, perusahaan lampu (Deztron), dan berbagai bisnis lainnya baik di dalam maupun luar Aceh.

Tu Sop: Sosok Karismatik yang Terbatas

Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab, atau yang lebih dikenal sebagai Tu Sop Jeunieb, dikenal sebagai ulama yang memiliki karisma besar, terutama di kalangan dayah. Namun, basis dukungan yang ia miliki lebih terbatas, terutama jika dibandingkan dengan jangkauan nasional dan internasional yang dimiliki kandidat lainnya.

Jejaring Tu Sop sebagian besar terbatas pada organisasi keulamaan dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan di luar lingkungan tersebut. Hal ini menjadi kelemahan utama jika dilihat dari perspektif politik yang lebih luas.

Sehingga, tim redaksi orinews menyimpulkan, bahwa dari perbandingan yang disajikan, setiap calon wakil Mualem memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dalam konteks Pilgub Aceh 2024, keputusan Muzakir Manaf untuk memilih pendamping yang tepat akan sangat menentukan hasil akhir. Analisis ini menjadi penting sebagai bahan pertimbangan bagi masyarakat Aceh dalam menentukan pilihan mereka, serta bagi Mualem dalam mempersiapkan strategi terbaik menuju Pilkada.[red]

Exit mobile version