ORINEWS.ID, Langsa – Harapan meraih medali emas di Pekan Olahraga Daerah (Popda) XVII tahun 2024 kandas bagi Kota Langsa setelah tim Cabang Olahraga (Cabor) Sepakbola mereka gagal melaju ke semifinal.
Meski berhasil memuncaki Grup A tanpa kebobolan, Kota Langsa harus menelan kekalahan tipis 1-0 dari Aceh Selatan di Stadion Mon Sikurueng, Rabu (10/72024).
Sebelumnya, dalam fase grup, tim besutan Head Coach Fakhrurrazi mampu memetik kemenangan gemilang dengan mengalahkan Aceh Besar 3-0, Aceh Timur 1-0, dan Nagan Raya 5-0. Prestasi ini membawa Kota Langsa berada dipuncak grup dengan mengumpulkan 9 poin dan berhasil masuk 8 besar.
Head Coach Cabor Sepakbola Kontingen Kota Langsa, Fakhrurrazi mengatakan kekalahan Kota Langsa tidak mematahkan semangat para pemain. Justru ini menjadi pengalaman besar bagi mereka untuk mengevaluasi diri.
Menurutnya, kekalahan justru menjadi awal baru untuk meraih kemenangan didepan. Namun, Fakhrurrazi berharap ke depan para pemain yang ikut pada event-event besar selanjutnya harus punya disiplin yang tinggi dan mental juara.
Selain itu, Moco –sapaan akrabnya– mengatakan pada POPDA kali ini, Pemerintah Kota Langsa harus melakukan evaluasi besar-besaran.
“Terutama dalam hal seleksi atlit. Atlit itu harus dipersiapkan jauh-jauh hari, artinya harus dilakukan pembinaan dari jangka panjang, sehingga ketika menghadapi event besar daerah tim seleksi tidak kesulitan menemukan talenta bagus,” ujarnya kepada Orinews, Kamis (11/7/2024).
Kata Moco, jika ingin sepakbola Kota Langsa maju maka semua harus bersatu padu, berpikir agar sepakbola Kota Langsa semakin maju.
“Kita yakin sekali sepakbola Kota Langsa semakin maju. Kota Langsa menyimpan banyak talenta hebat untuk ke depannya, tinggal bagaimana cara menemukan talenta ini,” ucapnya.
Secara personal, dirinya memohon maaf karena gagal membawa medali untuk Kota Langsa di Cabor Sepakbola. Harapannya juga agar para atlit tetap semangat.
Sementara itu, Kadisporapar Langsa, Aulia mengatakan ada sedikit kekecewaan dari kalah timnya sepakbola pada POPDA XVII. Walaupun demikian, dirinya tidak menyalahkan para atlit atau manager.
Menurutnya, laga pertandingan itu sedikit aneh karena wasit terkesan tidak fair. Ke depan, harapannya PSSI dapat mengevaluasi hal-hal yang janggal pada sebuah pertandingan.
Terhadap para pemain, Aulia mengatakan jangan pernah putus semangat, kekalahan justru harus dijadikan sebuah bahan evaluasi penting agar ke depan bisa menjadi lebih lagi.
“Saya yakin atlit yang ikut POPDA kali ini bisa menjadi atlit hebat kedepannya, saya minta jangan patah semangat, seorang juara selalu menjadikan kekalahan sebagai bahan evaluasi agar menang terus kedepannya,” pungkasnya.
|Reporter: Rizky