ORINEWS.ID, Banda Aceh – Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan berlangsung November mendatang, konstelasi politik di Bumi Serambi Mekkah semakin menghangat. Beberapa partai politik (Parpol) telah melakukan penjaringan bakal calon Kepala Daerah yang akan diusung ke depan.
Komunikasi politik antar pimpinan partai dalam rangka menjajaki kemungkinan koalisi dalam Pilkada juga semakin masif. Beberapa partai mulai terang-terangan menunjukkan arah dukungan terhadap Bakal Calon Gubernur (Bacagub) yang akan diusung di Pilkada Aceh nanti.
Namun, berbeda halnya dengan Partai Nasdem Aceh. Sampai saat ini, Partai tersebut belum secara gamblang menunjukkan sinyal kemana arah dukungan pada Pilkada Aceh mendatang.
Ditanya mengenai sosok Cagub yang akan diusung dan didukung oleh Nasdem, Ketua Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah Nasdem Aceh, Muhammad Raji Firdana, mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk mengusung kandidat terbaik.
“Kita ingin menghadirkan sosok Cagub yang mampu menjawab berbagai persoalan dan harapan dari seluruh rakyat Aceh. Sosok yang memahami betul kultur keacehan, kekhususan, dan keistimewaan Aceh dalam bingkai syariat Islam,” kata Raji.
Nasdem ingin memastikan kandidat yang diusung akan diterima dengan baik oleh rakyat sehingga memiliki probabilitas yang tinggi untuk menang dalam Pilkada. Karena itu, Nasdem merasa tidak perlu buru-buru merilis nama sosok Cagub.
Ditanya kapan Nasdem akan mengumumkan nama Cagub, Raji menjawab: “Tunggu tanggal mainnya! InsyaAllah akan ada kejutan.”
Lebih lanjut, Raji menjelaskan saat ini Nasdem sepenuhnya sedang menjalankan mekanisme kepartaian terkait penjaringan calon Kepala Daerah. Setelah membuka pendaftaran selama satu pekan, pada 8 – 10 Mei 2024, seluruh DPD Partai Nasdem se-Aceh akan melakukan pleno di tingkat Kabupaten/Kota.
Selanjutnya, kata dia, akan dilaksanakan pleno di tingkat Provinsi oleh DPW. Setelah pleno di DPW, proses akan diteruskan ke DPP pada tahapan dan mekanisme berikutnya.
Selain itu, pihaknya juga terus membangun komunikasi politik dengan partai lain terkait wacana koalisi dalam Pilkada. Karena Nasdem tidak mungkin bisa membangun Aceh sendiri, mereka butuh mitra strategis untuk bekerja secara kolektif dalam memajukan Aceh.
“Sebagaimana arahan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, Pilkada merupakan momentum yang tepat untuk mewujudkan manifestasi dari pemikiran-pemikiran yang ada di Nasdem,” sebut Raji.
Jadi, sambungnya, siapapun yang diusung atau didukung, kandidat tersebut haruslah memiliki komitmen agar selaras dengan arah dan manifesto politik Partai Nasdem. Mereka berkomitmen untuk mengabdi bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Aceh serta mewujudkan semangat perubahan dan restorasi Indonesia.
“Karena itu, kami memastikan akan mengusung kandidat terbaik untuk Cagub Aceh ke depan. Prinsip ini juga berlaku untuk kandidat Cabup dan Cawalkot di seluruh Aceh,” pungkas Raji. []