Orinews.id|Banda Aceh – Fakultas Teknik (FT) Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan Lustrum XII FT USK Engineering Talk di AAC Dayan Dawood, kampus setempat, Senin, 25 September 2023. Kegiatan tersebut serangkaian dengan milad FT USK ke-60 tahun.
Ibu Kota Negara (IKN) mewarnai bahasan utama dalam Engineering Talk. Hal ini disampaikan langsung Ketua Satgas Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Hidayat Sumadilaga sebagai keynote speaker.
Ia menyampaikan, bahwa urgensi pemindahan IKN dikarenakan: sekitar 57 persen penduduk Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa, kontribusi ekonomi Pulau Jawa 59 persen terhadap PDB nasional, krisis ketersediaan air di Pulau Jawa terutama DKI Jakarta dan Jawa Timur.
Kemudian konversi lahan terbesar di Pulau Jawa, pertumbuhan urbanisasi sangat tinggi di DKI Jakarta, hingga penurunan daya dukung lingkungan, ancaman banjir, gempa bumi dan tanah turun di DKI Jakarta.

“Kota Dunia untuk Semua menjadi visi dari IKN. Satu, kota berkelanjutan di dunia; aman dan terjangkau, net zero emission, selaras dengan alam, sirkulasi dan tangguh, serta terhubung, aktif dan mudah diakses,” jelas Danis.
Ia melanjutkan, kedua, IKN dimaksudkan menjadi penggerak ekonomi Indonesia di masa depan; peluang ekonomi tangguh untuk semua, nyaman dan efisien melalui teknologi dan inovasi. Tiga, simbol identitas nasional; keindahan Indonesia Bhineka Tunggal Ika.
Di kesempatan itu, Danis juga membaca materi miliknya Menteri PUPR dengan judul: Peluang dan Tantangan Sarjana Teknik dalam Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045.
“Peran infrastruktur dapat mengubah peradaban, meningkatkan daya saing, meningkatkan keadilan sosial, dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa,” ucapnya.
Merujuk pada data World Economic Forum, indeks daya saing infrastruktur di kawasan ASEAN tahun 2019, Indonesia berada di peringkat lima. Dimana urutan klasmen dari peringkat pertama hingga turunannya sebagai berikut; Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand. Namun Indonesia terus berpacu dengan sejumlah capaian, hingga sekarang, di tingkat dunia, Indonesia berada di peringkat 51 dunia.
“Rasio Sarjana Teknik per 1 juta penduduk Indonesia masih lebih kecil dibandingkan Vietnam, USA, dan Korsel. Indonesia memiliki 5.300 per 1 juta penduduk,” ungkapnya.

Karena itu, pentingnya upaya peningkatan kompetensi SDM konstruksi untuk pembangunan infrastruktur: Perlu program pendidikan tinggi yang tailor made dan customized, meningkatkan kapasitas dan kompetensi hijau melalui sertifikasi dan program link and match antara industri jasa konstruksi hijau dengan dunia pendidikan.
Lalu mengembangkan dan mendorong inovasi teknologi infrastruktur hijau dan memperluas skala penerapannya, diperlukan blueprint pemenuhan dan penyiapan SDM konstruksi yang andal.
Sementara itu, Dekan FT USK, Prof. Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC mengatakan, di usia ke-60 tahun, FT semakin mendekati cita-citanya menjadi inovatif, mandiri dan terkemuka. Dari banyaknya program studi (prodi) di fakultas ini, hanya satu prodi yang terakreditasi B atau Baik, selebihnya di atas itu.
“FT USK terus berakselerasi meraih akreditasi internasional,” kata Prof Alfiansyah.
Dari sisi reputasi publikasi, FT FT masih mendominasi dalam mendongkrak USK, serta semakin tumbuh pengabdian masyarakat. FT terus mendorong penelitian dan pengabdian masyarakat. Teknik Kimia merupakan prodi dari FT dengan penelitian terbanyak.
“Di milad FT USK ke-60 tahun, kami mendirikan unit daur ulang, yang menghasilkan bahan bakar dan kompos. Ini menjadi unit yang mampu menghasilkan pendapatan, yang sejalan dengan semangat USK dengan status PTN-BH. Kami memiliki spirit atau motto: Lingkungan Selamat, Pendapatan Meningkat,” kata Dekan FT.
Dalam pengabdian masyarakat, FT USK juga telah melahirkan beberapa Desa Mandiri; Energi, Irigasi, Air Minum, dan Geo Wisata. [*]