Orinews.id|Banda Aceh – Anggota DPRA dapil Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.Hi, M.Si, mendesak tim dari DLKH (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh) dan tim independen dari perguruan tinggi supaya diturunkan ke lokasi dugaan kebocaran gas PT Medco yang menyebabkan sejumlah warga keracunan di Aceh Timur.
“Kita juga minta untuk sementara sumur minyak yang menyebabkan dugaan Kebocoran agar ditutup, dan Medco juga harus membayar kompensasi kepada warga yang mengalami imbas keracunan. Maka penting tim independen turun, sehingga hasil penelitian tanpa intervensi,” ujar Al-Farlaky, menanggapi kasus keracunan sejumlah warga, Minggu (24/9/2023).
Kata Iskandar, kasus keracunan gas terhadap warga di sekitar kawasan eksploitasi perusahaan migas PT Medco sudah berulang, bukan yang pertama sekali. Maka, kata dia, seharusnya menajemen perusahaan tersebut dapat belajar dari kasus sebelumnya.
“Saya juga akan minta DLHK Provinsi Aceh segera turun ke lokasi,” ujarnya.
Mantan aktivis mahasiswa ini menyebutkan, jika benar gas tersebut bocor dari perusahaan gas, artinya gas yang keluar adalah gas H2S yang sangat berbahaya jika terhirup, yang akan menyebabkan olfactory fatigue atau penurunan fungsi indera penciuman serta sesak nafas. [***]