Omzet Pedagang di Pasar Tani Distanbun Aceh Capai Rp100 Juta Per Hari

Orinews.id|Banda Aceh – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh menggelar kegiatan Pasar Tani di Komplek Distanbun Aceh, Jl. T. Nyak Makam, Lampineung, Banda Aceh. Kegiatan pasar tani tersebut digelar untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.
“Pasar tani mulai kita aktifkan satu bulan dua kali, dari pagi menjelang siang omzet mencapai Rp 100 juta. Ini sangat bagus sebagai penggerak roda perekonomian,” kata Kepala Bidang (Kabid) Hortikultura Distanbun Aceh Khairil Anwar kepada Kantor Berita RMOLAceh, Rabu, 9 Juli 2023.
Menurut Khairil, saat ini jadwal pasar tani di Aceh dapat berubah-ubah sesuai dengan event bulanan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Jika biasanya dilaksanakan setiap hari Kamis, maka saat ini jadwal tersebut bisa berubah seperti digeser ke hari Rabu.
“Saya lihat, pasar tani jadi idola masyarakat, pergeseran jadwal pasar tani pada masyarakat kita infokan melalui sosial media,” ujarnya.
Menurut Khairil, Distanbun Aceh saat ini terus melakukan kerjasama dengan berbagai instansi Pemerintah lainnya seperti Dinas Peternakan (Disnak) Aceh untuk menyuplai telur dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyuplai gas LPG tiga Kilogram (Kg).
“Disnak menjual telur dengan subsidi Rp 49 ribu dibawah harga pasar, kita juga kerjasama dengan ESDM untuk gas LPG 3 Kg seharga Rp 18 ribu,” ujarnya.
Khairil mengungkapkan, pasar tani sebagai tempat berkumpulnya para pelaku usaha. Kegiatan ini berawal karena banyak UMKM yang tidak bisa mempromosikan produknya sebab terkendala dana.
“Ada produk segar dan olahan yang kita jual. Karena sudah berkumpul para produsen, masyarakat akan datang, kita fasilitasi tempat,” ujarnya.
Distanbun berharap, setelah para pelaku UMKM membangun asosiasi pasar tani Aceh, para produsen dapat melakukan pendekatan dengan instansi lainnya seperti Bank Indonesia.
“Hari ini Bank Indonesia membantu UMKM dengan menghadirkan voucher yang bisa ditukar oleh masyarakat ke pelaku UMKM,” ujarnya.