Orinews.id|Jakarta – Tim SAR gabungan berusaha mengevakuasi delapan orang penambang yang dilaporkan terjebak di dalam lubang tambang emas rakyat, Desa Pancurendang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah sejak Selasa (25/7).
“Delapan penambang itu dilaporkan terjebak di dalam lubang tambang sejak hari Selasa, pukul 23.00 WIB, karena tiba-tiba datang air yang menggenangi area pertambangan,” kata Kepala Kantor SAR Cilacap Adah Sudarsa di Banyumas, Rabu (26/7).
Berdasarkan data, delapan penambang yang terjebak antara lain Cecep Suriyana (29), Rama Abd Rohman (38), Ajat (29), Mad Kholis (32), Marmumin (32), Muhidin (44), Jumadi (33), serta Mulyadi (40). Mereka berasal dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Adah menyebut telah memberangkatkan satu tim penolong Basarnas Kantor SAR Cilacap dan satu tim penolong dari Unit Siaga SAR Banyumas menuju lokasi kejadian. Pihaknya membawa berbagai peralatan pertolongan seperti alat selam, detektor gas, dan alat pendukung lainnya.
“Tim dari Kantor SAR Cilacap maupun Unit Siaga SAR itu kami terjunkan untuk operasi pencarian dan pertolongan guna menyelamatkan para penambang yang terjebak di bawah tanah,” kata Adah.
Sementara itu, Kapolresta Banyumas Kombes Edy Suranta Sitepu mengatakan area tambang emas tersebut belum berizin meskipun telah beroperasi sejak tahun 2014 dan menjadi mata pencaharian sekitar 80 persen warga setempat.
Edy menyebut pembukaan tambang dilakukan karena adanya kesepakatan antara pemilik lahan dan penambang dengan persentase bagi hasil sebesar 20 persen untuk pemilik lahan, 20 persen untuk pemodal, dan 60 persen untuk pekerja.
“Saat ini ada 35 lapak tambang namun hanya 30 lapak yang aktif dengan pekerja dari masyarakat sekitar,” katanya.
Di sisi lain, pelaksana tugas (Plt) Bupati Bogor Iwan Setiawan memantau perkembangan upaya evakuasi delapan warganya yang terjebak di dalam lubang tambang emas rakyat, Desa Pancurendang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
“Saya masih terus memonitor. Informasi terakhir Tim SAR Gabungan masih berusaha mengevakuasi karena medan yang cukup sulit,” kata Iwan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ia mengaku intens melakukan pemantauan dari Bogor sejak menerima informasi mengenai warganya yang merupakan penambang emas terjebak pada Selasa (25/7) malam.
Iwan memaparkan, dari delapan penambang tersebut, tujuh di antaranya merupakan warga Kecamatan Sukajaya dan satu lainnya warga Kecamatan Nanggung.
“Kita doakan yang terbaik, semoga Tim SAR yang bertugas diberi kemudahan dan keselamatan sehingga semuanya bisa selamat,” ujarnya.
|Sumber: CNNIndonesia