TERBARU

Daerah

60 Hektar Sawah di Aceh Barat Kering Akibat Aktivitas Tambang Batu Bara

image_pdfimage_print

Orinews.id|Meulaboh – Aktivitas perusahaan tambang batu bara di Kabupaten Aceh Barat menyebabkan sumber air yang mengaliri 60 hektar sawah di Desa Baro Paya, Kecamatan Meureubo, hilang. Hal ini menimbulkan kerugian bagi para petani yang tidak bisa menggarap lahan mereka.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Aceh Barat Bukhari membenarkan hilangnya sumber air tersebut. Hal itu disebabkan oleh penimbunan lahan yang dilakukan perusahaan tambang batu bara, sehingga sumber air tertutup dan tidak bisa mengalir ke sawah masyarakat.

“Memang benar sekitar 60 hektare lahan sawah masyarakat kini telah hilang sumber air karena timbunan aktivitas sebuah perusahaan tambang batu bara,” kata Bukhari, Sabtu (17/6/2023), seperti dilansir antara.

Bukhari menambahkan, pihaknya telah melakukan mediasi antara masyarakat dan perusahaan tambang batu bara untuk mencari solusi. Saat ini persoalan tersebut telah diselesaikan secara musyawarah, dan pihak perusahaan bersedia bertanggung jawab atas dampak hilangnya sumber air yang mengaliri puluhan hektar sawah masyarakat tersebut.

“Perusahaan tambang batu bara telah berjanji untuk membuat sumber air baru dengan membangun sumur bor dan memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak sepanjang 2023,” katanya.

Kemudian, lanjut Bukhari, masyarakat juga telah sepakat untuk tidak mengganggu investasi perusahaan tambang batu bara asalkan ada kompensasi yang sesuai.

BACA JUGA
35 Anggota DPRK Aceh Tamiang Resmi Dilantik

Sehingga, kata dia, dengan adanya kesepakatan itu membuat DLHK Aceh Barat tidak bisa menjatuhkan sanksi untuk perusahaan tambang tersebut.

|Editor: Awan

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.